.
Dakwah dalam
bahasa arab yaitu تبليغ دين الإسلام yang
berarti menyempaikan agama Islam sebagaimana hadits Nabi SAW بلغوا عنى ولو أية sampaikan
tentangku walau satu Ayat.
Setelah membaca hadits Nabi SAW diatas timbullah pertanyaan Bagaimanakah
dakwah itu? Apakah dakwah cukup mengajari atau memberi tahu seseorang sambil
berdiam diri? atau cukup menghakimi seseorang dengan hukum Allah? Sepertinya
bukan seperti itu, dakwah tiduk cukup hanya duduk di mesjid memberikan ceramah
kepada halayak dan setelah keluar dari mesjid dia tidak punya tanggung jawab
apa-apa. Tapi dakwah lebih dititik beratkan pada penyampaian agama Islam
sekaligus menjadi uswatun hasanah.
Sebagaimana kita tahu berapa banyak sejarah para Nabi yang menceritakan
tentang perjuangan dakwahnya, apakah beliau-beliau cukup menyeru umatnya saja
tanpa menjadi suri tauladan buat umatnya? tentu tidak, banyak ayat
qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tetang akhlak beliau,
dalam al-Qur'an disebutkan إنه لخلق عظيم ada juga hadits Nabi yang riwayatkan oleh Siti
Aisyah r.a إن خلقه القران الكريم
betapa mulianya Nabi
Muhammad SAW sampai disebutkan akhlaknya itu seperti al-Qur'an dan beliau
sendiri menegaskan bahwasannya beliau diutus ke muka bumi ini untuk
menyempurnakan akhlak إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق maka
sangat relevan sekali beliau sebagai Uswatun Hasanah untuk ummatnya.
Disamping akhlaknya yang begitu mulia, beliau juga mengajarkan umatnya
bagaimana cara menyembah Allah karena tujuan manusia diciptakan tiada lain
hanya untuk menyembah-Nya. Ketika Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui
mu'jizatnya yaitu al-Qur'an untuk menyeru umatnya agar mendirikan shalat
اقيموا الصلاة maka Nabi SAW tidak hanya sekedar
menyampaikannya saja melainkan beliau mengajari umatnya bagaimana tatacara
shalat sebagaimana sabda beliau dalam sebuah hadist صلوا كما رأيتمونى أصلى Shalatlah sebagaimana aku shalat.
Kemudian bagaimana langkah selanjutnya? Allah
SWT telah menjelaskan dalam firman-Nya أدعوا الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة
وجادلهم بالتى هي أحسن serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan
hikmah dan pengajaran yang baik (nasehat) dan berdebatlah dengan mereka dengan
cara yang baik. Langkah pertama dalam berdakwah yaitu dengan Hikmah sebagian
ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud hikmah disini adalah ilmu.
Ketika seseorang ingin menyampaikan agama Islam maka dia harus menguasai
ilmunya karena jikalau Da'i menyampaikannya tanpa ilmu maka akan berakibat
fatal yang mana akan menjerumuskan kepada kesesatan dan lebih parahnya lagi
jika hal ini bisa terjadi secara turun temurun, berapa banyak dosa yang akan
ditanggung Da'i karena kesalahannya dalam menyampaikan agama Islam, karena pada
akhirnya semua perbuatan manusia akan dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya
kelak. Dan akan lebih berat lagi pertanggungjawaban seorang Da'i karena dia
tidak hanya mempertanggungjawabkan dirinya saja melainkan pengikutnya juga (al-Mad'u).
Selanjutnya langkah yang kedua dalam berdakwah yaitu
Nasehat atau pelajaran yang baik seandainya seseorang melihat kemungkaran maka
dia harus menasehatinya sebagaimana sabda Nabi SAW من رأى منكم منكرا
فليغيره بيده فإن لم يستطيع فبلسان وإن لم يستطيع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan
tanganmu, jika kamu tidak mampu maka cegahlah dengan lisanmu dan jika kamu
tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman.
Sebagai contoh kecil kalau seseorang melihat orang lain melakukan
maksiat henadaknya dia mengambil tindakan yang sesuai dengan ajaran Islam,
jikalau dia tidak mampu maka cukup menasehatinya, tapi jika menasehatinya juga
tidak berani maka cukuplah mengingkarinya dalam hati dan tentunya hal ini
selemah-lemahnya iman.
Langkah yang ketiga dalam menyampaikan agama Islam yaitu wajadilhum
billati hiya ahsan mengandung arti dan bantahlah mereka dengan cara
yang baik, seperti menyeru mereka untuk menyembah allah dengan menampilkan
kepada mereka tanda-tanda kebesaran-NYA atau dengan hujjah-hujjah yang jelas.
