Kamis, 04 Juli 2013

Sekilas Mengenali Dakwah

.

Dakwah dalam bahasa arab yaitu تبليغ دين الإسلام  yang berarti menyempaikan agama Islam sebagaimana hadits Nabi SAW  بلغوا عنى ولو أية     sampaikan tentangku walau satu Ayat.
Setelah membaca hadits Nabi SAW diatas timbullah pertanyaan Bagaimanakah dakwah itu? Apakah dakwah cukup mengajari atau memberi tahu seseorang sambil berdiam diri? atau cukup menghakimi seseorang dengan hukum Allah? Sepertinya bukan seperti itu, dakwah tiduk cukup hanya duduk di mesjid memberikan ceramah kepada halayak dan setelah keluar dari mesjid dia tidak punya tanggung jawab apa-apa. Tapi dakwah lebih dititik beratkan pada penyampaian agama Islam sekaligus menjadi uswatun hasanah.
Sebagaimana kita tahu berapa banyak sejarah para Nabi yang menceritakan tentang perjuangan dakwahnya, apakah beliau-beliau cukup menyeru umatnya saja tanpa menjadi suri tauladan buat umatnya? tentu tidak, banyak ayat qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tetang akhlak beliau, dalam al-Qur'an disebutkan إنه لخلق عظيم  ada juga hadits Nabi yang riwayatkan oleh Siti Aisyah r.a إن خلقه القران الكريم  betapa mulianya Nabi Muhammad SAW sampai disebutkan akhlaknya itu seperti al-Qur'an dan beliau sendiri menegaskan bahwasannya beliau diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق maka sangat relevan sekali beliau sebagai Uswatun Hasanah untuk ummatnya.
Disamping akhlaknya yang begitu mulia, beliau juga mengajarkan umatnya bagaimana cara menyembah Allah karena tujuan manusia diciptakan tiada lain hanya untuk menyembah-Nya. Ketika Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui mu'jizatnya yaitu al-Qur'an untuk menyeru umatnya agar mendirikan shalat اقيموا الصلاة  maka Nabi SAW tidak hanya sekedar menyampaikannya saja melainkan beliau mengajari umatnya bagaimana tatacara shalat sebagaimana sabda beliau dalam sebuah hadist صلوا كما رأيتمونى أصلى Shalatlah sebagaimana aku shalat.
Kemudian bagaimana langkah selanjutnya? Allah SWT telah menjelaskan dalam firman-Nya أدعوا الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتى هي أحسن   serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik (nasehat) dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Langkah pertama dalam berdakwah yaitu dengan Hikmah sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud hikmah disini adalah ilmu. Ketika seseorang ingin menyampaikan agama Islam maka dia harus menguasai ilmunya karena jikalau Da'i menyampaikannya tanpa ilmu maka akan berakibat fatal yang mana akan menjerumuskan kepada kesesatan dan lebih parahnya lagi jika hal ini bisa terjadi secara turun temurun, berapa banyak dosa yang akan ditanggung Da'i karena kesalahannya dalam menyampaikan agama Islam, karena pada akhirnya semua perbuatan manusia akan dipertanggung jawabkan dihadapan-Nya kelak. Dan akan lebih berat lagi pertanggungjawaban seorang Da'i karena dia tidak hanya mempertanggungjawabkan dirinya saja melainkan pengikutnya juga (al-Mad'u).
Selanjutnya langkah yang kedua dalam berdakwah yaitu Nasehat atau pelajaran yang baik  seandainya seseorang melihat kemungkaran maka dia harus menasehatinya sebagaimana sabda Nabi SAW من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطيع فبلسان وإن لم يستطيع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان   Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu maka cegahlah dengan lisanmu dan jika kamu tidak mampu juga maka cegahlah dengan hati. Dan itulah selemah-lemahnya iman.
Sebagai contoh kecil kalau seseorang melihat orang lain melakukan maksiat henadaknya dia mengambil tindakan yang sesuai dengan ajaran Islam, jikalau dia tidak mampu maka cukup menasehatinya, tapi jika menasehatinya juga tidak berani maka cukuplah mengingkarinya dalam hati dan tentunya hal ini selemah-lemahnya iman.

Langkah yang ketiga dalam menyampaikan agama Islam yaitu wajadilhum billati hiya ahsan mengandung arti dan bantahlah mereka dengan cara yang baik, seperti menyeru mereka untuk menyembah allah dengan menampilkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran-NYA atau dengan hujjah-hujjah yang jelas.

Rabu, 28 Maret 2012

Wudhu fil Bidaya


 Wudhu secara etimologi adalah suci dan bersih, adapun secara terminologinya adalah mensucikan anggota tubuh yang tertentu dengan air dan dengan cara yang tertentu. Dan tentunya hal ini diwajibkan kepada setiap muslim ketika akan melaksanakan shalat . Adapun tata cara wudhu sudah dijelaskan dalam al-Qur’an  sebagaimana firmanNya :
يا ايها الذين امنوا اذا قمتم الى الصلاة  فاغسلوا وجوهكم وايديكم الى المرافق وامسحوا برءوسكم وارجلكم الى الكعبين  ( المائدة : 6 )
          Disini ada 12 masalah yang akan membahas wudhu dan saya sendiri akan mencoba memaparkannya hanya 4masalah saja diantaranya :
1.Masalah NIAT
Semua ulama telah bersepakat bahwa niat adalah syarat sah dalam setiap ibadah  karena pada dasarnya niat itu timbul dari keinginan  untuk mengerjakan sesuatu dengan mengharap ridha Allah SWT. Dan niat itu sendiri merupakan pekerjaan hati bukan pekerjaan lisan maka tidak dianjurkan untuk melafadkannya dengan lisan, sebagaimana firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW :
وما امروا الا ليعبدوا الله مخلصين له الدين ( البينة : 5 )
انما الاعمال بالنيات وانما لكلل امرئ مانوى ( الحديث رواه الجماعة )
Akan tetapi niat ketika wudhu para ulama telah berbeda pendapat apakah niat disini termasuk syarat sahnya wudhu atau tidak ?
Menurut imam Syafi’i, Maliki, Ahmad, Abi tsauri, dan Daud : niat merupakan syarat sahnya wudhu.
Sedangkan menurut Abi hanifah dan Tsauri : niat tidak termasuk syarat sahnya wudhu
Adapun sebab perbedaan pendapat mereka  dilihat dari frekuensi niat itu sendiri, ada yang mengatagorikan niat disini sebagai ibadah mahdhah dan ada juga yang mengatagorikan bahwa niat disini adalah ibadah ghair mahdhah . Niat yang dikatagorikan sebagai ibadah mahdhah yang berarti tidak bisa dicerna oleh logika yaitu dengan maksud mendekatkan saja contohnya shalat, sedangkan yang bisa ditangkap oleh logika contohnya membersihkan najis.  Sebenarnya mereka itu tidak berselisih pendapat antara ibadah mahdhah itu harus disertai niat dan ibadah ghair mahdhah tidak disertai niat. Akan tetapi letak selisih pendapat mereka “ wudhu termasuk ibadah mahdhah atau ghair mahdhah “  walaupun demikian mereka sepakat bahwa wudhu adalah ibadah dan suci,
Begitu juga para ulama berselisih pendapat dalam melafadkannya : menurut Maliki tidak disyaratkan melafadkan niat berbarengan dengan wudhu akan tetapi boleh didahulukan. Sedangkan menurut imam Syafi’i melafadkan niat harus berbarengan dengan wudhu atau ketika awal membasuh anggota wudhu ( membasuh muka ).
2. Maslaha membasuh tangan sebelum wudhu
Para ualama telah berselisih pendapat dalam maslah membasuh tangan sebelum wudhu.
Diantaranya ada yang mengatakan bahwasannya hal itu adalah sunnat, pendapat ini menurut imam Syafi’I dan maliki.
Dan menurut sebuah riwayat dari malik hal tersebut disunnatkan, untuk mencegah keraguan akan kesucian tangannya.
Kemudian menurut Daud dan sahabatnya bahwa dalam masalah ini hukumnya wajib, sebagai kehati-hatian ketika tidur.
Akan tetapi imam Ahmad membedakan antara tidur siang dan tidur malam, Ia mewajibkannya untuk tidur malam saja sedangkan tidur siang tidak diwajibkan .
Sebab selisih pendapat mereka terletak dalam pemahaman konteks hadits yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah r.a
عن ابى هريرة انه عليه الصلاة والسلام قال : اذا استيقظ احدكم من نومه فليغسل يده قبل ان يدخلها الاناء فان احدكم لا يدرى اين باتت يده
وفى بعض الرواية ( فليغسلها ثلاثا )
Dari hadits diatas ada ulama yang memahami konteks tersebut sebagai perintah yang berarti wajib, dan menjadikan hal tersebut bagian dari furudhul wudhu. Ada juga yang menggaris bawahi pada naumul laili saja  maka hal ini diwajibkan ketika dia bangun dari tidur malam saja, akan tetapi ada ulama lain memahami lafadz tersebut ketika bangun dari setiap tidur baik siang ataupun malam, kemudian ada lagi yang berpendapat kalau seandainya dia yakin akan tangannya itu bersih maka membasuh tangan disini hukumnya sunnat.
3. Masalah kumur-kumur dan memasukan air kedalam hidung
Dalam masalah ini juga para ulama telah berselisih pendapat diantaranya ada tiga pendapat
Menurut imam Maliki, Syafi’i dan Abi hanifah bahwa dua-duanya itu adalah sunnat
Menurut Ibnu abi laila dan ashabu Daud bahwa dua-duanya itu adalah wajib
Dan yang terakhir membedakan antara keduanya menurutnya memasukan air kedalam hidung itu wajib sedangkan berkumur-kumur itu sunnat, pendapat ini menurut Abu tsur, Abu ‘ubaidah dan kelompok ahlu dhahir  
Sebab perbedaan ulama dalam masalah ini apakah kumur-kumur dan memasukan air kedalam hidung itu tambahan dari ayat wudhu atau bukan ? kalau memang hal tersebut tambahan dari ayat wudhu maka akan jadi wajib, tapi kalau seandainya bukan maka akan jadi sunnat. Kemudian kalau perkataan dianggap wajib dan perbuatan dianggap sunnat maka hukum kumur-kumur dan memasukan air kedalam hidung tentu akan berbeda karena kumur-kumur merupakan salah satu perbuatan yang meneladani pebuatan Rasulullah bukan perbuatan yang berdasarkan atas perintahnya sedangkan memsukan air kedalam hidung adalah bagian dari perintahnya sebagaimana sabdanya :
اذا توضأ احدكم فليجعل فى أنفه ماءا ثم لينثر ومن استجمر فليوتر ( الحديث )
4. Masalah batasan membasuh muka
Batasan-batasan wajah (muka) adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala yang normal sampai jenggot yang turun dari dua cambang dan dagu (jenggot) memanjang (atas ke bawah), dan dari telinga kanan sampai telinga kiri melebar. Wajib membasuh semua bagian muka bagi yang tidak lebat rambut jenggotnya (atau bagi yang tidak tumbuh rambut jenggotnya) beserta kulit yang ada di balik rambut jenggot yang jarang (tidak lebat). Karena bisa dilihat sendiri, kalau rambut jenggotnya lebat maka wajib membasuh bagian luarnya dan disunnahkan menyela-nyelanya. Karena masing-masing bagian luar jenggot yang lebat dan bagian bawah jenggot yang jarang bisa terlihat dari depan sebagai bagian muka, maka wajib membasuhnya.
Semua ulama sepakat bahwa membasuh muka bagian dari fardhu wudhu
فاغسلوا وجوهكم  akan tetapi mereka berbeda pendapata dalam batasan membasuhnya, diantaranya ada tiga tempat yang mereka perdebatkan :
-         Dalam membasuh albayad yang mana antara pipi dan telinga
-         Dibasuh sampai bawah jenggot
-         Menyela-nyelakan jenggot
Menurut imam Maliki bahwa batasan muka itu bukan antara pipi dan telinga akan tetapi antara kulit yang tidak berambut dan tempat tumbuh jenggot
Kemudian kalau menurut Abu hanifah dan Syafi’I yaitu dari muka, dan adapun bawah jenggot menurut imam Malik wajib mengucurkan air pada jenggotnya, akan tetapi Abu hanifah dan Syafi’I dalam satu qaulnya tidak mewajibkannya.
Dan dalam kitab  fiqh sunnah batasan wajah itu dari atas kening sampai ujung jenggot dan dari daun telinga kanan sampai daun telinga kiri melebar.
Ada dua sebab selisih pendapat ulama dalam masalah ini pertama apakah muka itu mencakup dua tempat yang disebutkan tadi diatas atau tidak ? dan adapun menyela-nyela jenggot ketika berwudhu menurut imam Maliki, Syafi’I dan Abu hanifah tidak mewajibkannya akan tetapi Ibnu ‘abdul hakim mewajibkannya ( beliau adalah salah satu sahabat imam Malik ), dan seba yang kedua dalam keabsahan dalil yang menjadi landasan perintah menyela-nyela jenggot ( أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يخلل لحيته فى الوضوء ) mayoritas ulama mengakui bahwa hadits itu adalah shahih adanya.

Mengenali Shalat khusufain


Salat Gerhana atau salat kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari. Salat yang dilakukan saat gerhana bulan disebut dengan salat khusuf, sedangkan saat gerhana Matahari disebut dengan salat kusuf.
 Istilah kusuf (gerhana matahari) diambil dari kata kerja dasar kasafa yang artinya berubah menjadi hitam. Dalam bahasa Arab dikatakan kasafat asy-syamsu, artinya matahari menghitam dan hilang sinarnya. Adapun istilah khusuf (gerhana bulan) diambil dari kata kerja dasar khasafa  yang artinya berkurang. Dalam bahasa Arab dikatakan khasafa al-bi’ru, artinya sumur itu berkurang airnya dan mengering. Banyak ulama menyatakan masing-masing istilah ‘kusuf’ maupun ‘khusuf’ bermakna gerhana matahari maupun gerhana bulan, tidak ada perbedaan antara keduanya. Adapun riwayat yang mengharuskan shalat gerhana diantaranya " Telah terjadi gerhana Matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana Matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdo’a sehingga selesai gerhana." (HR. Bukhari & Muslim).
            Adapun hukum melaksanakan shalat ini para ulama telah sepakat bahwa shalat gerhana hukumnya sunnat muakkad untuk laki-laki dan perempuan dan alangkah baiknya dilaksanakan secara jama’ah akan tetapi jama’ah di sini tidak menjadi syarat, dan raka’atnya terdiri dari dua raka’at disetiap raka’at terdiri dari dua takbir. Sebagaimana riwayat ‘Aisyah r.a :
عن عائشة قالت خسفت الشمس فى حياة النبى صلى الله عليه وسلم فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم الى المسجد فقام فكبر وصف الناس وراءه فاقترأ قراءة طويلة ثم كبر فركع ركوعا طويلا هو ادنى من القراءة الاولى ثم رفع رأسه فقال ( سمع الله لمن حمده, ربنا ولك الحمد ). ثم قام, فاقترأ قراءة طويلة, هى ادنى من القراءة الاولى ثم كبر فركع ركوعا هو ادنى من الركوع الاول ثم قال ( سمع الله لمن حمده, ربنا ولك الحمد ). ثم سجد, ثم فعل فى الركعة الاخرى مثل ذلك حتى استكمل اربع ركعات ( ركعتان وركوعان ) واربع سجدات و انجلت الشمس قبل ان ينصرف ثم قام فخطب الناس فأثنى على الله بما هو اهله ثم قال ( ان الشمس و القمر ايتان من ايات الله عز وجل لا ينخسفان لموت احد ولا لحياته فاذا رايتموها فافزعوا الى الصلاة ). رواه البخارى ومسلم
            Begitu juga menurut imam Maliki, Syafi’i, Ahmad dan Abu hanifah bahwa shalat gerhana terdiri dari dua raka’at seperti shalat i’ed dan shalat jum’at sebagaimana dalam hadits Nu’man bin basyir :  
لحديث النعمان بن بشير قال صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فى الكسوف نحو صلاتكم يركع ويسجد ركعتين ركعتين ويسأل الله حتى تجلت الشمس ( النسائى )

            Dalam setiap raka’at diwajibkan untuk membaca al-fatihah, kemudian setelahnya membaca apa saja dari ayat Qur’an,dan ketika membacanya boleh dibaca dengan suara keras ataupun pelan kecuali bukhari menurutnya lebih baik dibaca dengan suara keras. Disamping shalat, ketika gerhana disunnatkan juga untuk bertakbir, berdo’a, bershadaqah dan beristighfar.

Hakikat Puasa untuk Kesehatan

Sebelum kita teliti manfa’at puasa bagi kesehatan mari kita kenali dulu apa itu puasa, dan atas dasar apa kita berpuasa. Menurut etimologi puasa adalah menahan, sedangkan menuut terminologi puasa adalah menahan sesuatu pada waktu tertentu oleh orang tertentu dari perkara-perkara spesifik yang disertai dengan niat. Lalu alasan kita berpuasa sudah jelas, karena kita muslim yang berpegang teguh pada al-qur’an dan as-sunnah.انى نذرت للرحمن صوما (مريم :26)وعن سهل بن سعد أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ان للجنة بابا يقال له الريان يقال يوم القيامة : اين الصائمون ؟ فاذا دخل اخرهم اغلق ذلك الباب ( رواه البخارى ومسلم  Istilah SEHAT  adalah idaman bagi setiap manusia namun kadang manusia itu sendiri kurang bisa menjaga kesehatannya karena berbagai macam factor diantaranya bisa karena makan tidak teratur atau malah kebanyak makan yang mana bisa menyebabkan penencernaan terus bekerja selama 18 jam sehari tanpa henti. Dengan demikian puasa bisa jadi salah satu solusi, karena ketika puasa, pencernaan, enzim serta hormon yang biasanya bekerja mencerna makanan bisa beristirahat selama 14 jam. Maka jika dilakukan secara benar, puasa dapat mengendalikan berbagai macam jenis penyakit. Seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, tukak lambung, hingga obesitas.Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.Setelah puasa berlanjut pada hari-hari setelahnya, proses pembersihan tubuh disempurnakan. Lemak tubuh yang tidak bermanfaat, racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal. Tubuh akan menggunakan mineral penting dan vitamin untuk membuang racun dan jaringan tua. Saat beban racun tubuh berkurang, efisiensi setiap sel ditingkatkan. Sehingga mempercepat proses penyembuhan dan sekaligus menghemat energi.Selain yang saya tulis diatas masih banyak dan banyak sekali manfa’at puasa bagi kesehatan. Maka dapat kita simpulkan bahwa puasa bukan sekedar untuk ibadah bagi kaum Muslim. Namun dibalik puasa terdapat berbagai manfaat bagi kesehatan fisik dan jiwa.

Surat untuk Ayah & Ibu....


Ayahanda dan Ibunda tersayang
Kelu rasanya bibir ini dikala kegeisahan menyelimuti hati,  ingin ku utarakan semua kegelisahan yang selalu membelenggu. Tapi hanya tulisan ini yang bias mewakili kegelisan sang hati…..
Ayahanda dan Ibunda Tersayang ……
Tidak ada hal yang bias membuat kami bahagia dan merasa bangga di dunia ini kecuali  mendengar Ayahanda dan Ibunda SEHAT & BAHAGIA ……
Sakit rasanya jika mendengar Ayahanda dan Ibunda sakit, iba rasanya jika harapan Ayahanda dan Ibunda belum bisa kami wujudkan, hancur rasanya jika Ayahanda dan Ibunda merasa kecewa terhadap kami…..
Ayahanda dan Ibunda tersayang …….
Jangan pernah lupa untuk selalu mendo’akan kami, jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan kami dan jangan pernah berhenti untuk selalu meridhoi langkah kami
Karena DO’A, NASEHAT & RIDHOMU modal utama kami untuk menggapai kebahagiaan dunia akhirat …..
Ayahanda dan Ibunda tersayang …..
Walau jarak telah memisahkan kita namun Ayahanda dan Ibunda selalu ada dalam setiap do’a dan sujudku dihadapan Yang Maha Kuasa ..
Ayahanda dan Ibunda tersayang ….
Ingin rasanya kami ikut serta memikul bebanmu, rasanya kami sudah dewasa, sudah bias diajak bicara, walau kami tidak bisa memberi solusi namun izinkanlah kami utk menjadi pendengar sejati ..
Ingin rasanya jari ini mengusap air matamu, raga ini mendekap tubuhmu disa’at engkau sedang resah gelisah karena masalah ….
Kami mohon ajaklah kami bicara jika Ayahanda dan Ibunda sedang dilanda gelisah karena masalah, berilah kami sedikit kepercayaan untuk ikut memikul masalahmu agar Ayahanda dan Ibunda tidak merasa sendirian  karena anakmu akan selalu ada untukmu …..
Jika masalah yang selama ini Ayahanda dan Ibunda pikirkan bersumber dari anak-anakmu, ingatlah wahai Ayahanda dan ibunda tersayang :
Kami sudah dewasa kami sudah bias mengurus dan menjaga diri kami insya Allah kami semua akan baik-baik saja serahkan semuanya sama Yang Maha Kuasa karena Allah selalu menjaga kami dimanapun kami berada …

Ayahanda dan Ibunda cukup mendo’akan kami begitupun do’a kami tidak akan pernah putus untuk Ayahanda dan Ibunda tersayang…..

Rabu, 19 Oktober 2011







God..when I find joy in a friend
remind me that there would be an end
so I stay with the one who has no end

God..when I am hungry for someone to love
find me the one who longs for endless love
so my longing to you is growing strong

God..if I should fall in love with someone
find me the one who love you,the one
so I am getting stronger in loving you,the only one

God..when I am falling in love
keep the love not to exceed my love to you

God.. when I say I love you
make me do it to whose heart gets capitivated in you
so I never fall in love aside from the name of you

as what wise people say...
To love someone is nothing
to be loved by someone is something
To be loved by someone love you is exciting
but...to be loved by the lover is everything

I love Allah....^__^ 

Selasa, 18 Oktober 2011

Mengapa harus Mesir, Bukan yang lain ???


Mesir adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut, dengan luas wilayah sekitar 997.739 km². Mesir mencakup semenanjung Sinai  (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mayoritas penduduk mesir menetap dipinggir sungai nil (sekitar 40.000 km²) terutama penduduk  Alexandria dan Kairo, sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun sahara yang jarang dihuni. 

                Banyak orang menjuluki mesir sebagai Negara kaya. Diantaranya kaya ilmu Agama, kaya Sejarah dan kaya toleransi, mengapa demikian ? pasalnya, pertama : mesir dijuluki Negara kaya ilmu agama karena dari rahim al-azhar terlahir para ulama besar seperti syeikh Yusuf qardhawi, syeikh Wahbah zuhaily, syeikh Ali jum’ah dll. Beliau semua adalah para mujaddid  dan ulama besar timur tengah. Selain itu, mesir merupakan salah satu Negara yang kondusif untuk menggali  ilmu agama karena disini banyak para pakar yang ahli dalam bidangnya. Adapun salah satu kelebihannya  al- azhar  bersifat mutawasit ( menengah ) sehingga tidak  ada pendoktrinan terhadap  mahasiswanya untuk berta’asub. Kedua : Mesir dijuluki Negara kaya sejarah karena setiap tempat yang ada dimesir mempunyai nilai sejarah dalam Islam. Berapa banyak Nabi yang diturunkan di mesir dan berapa banyak peristiwa besar dalam Islam yang terjadi di mesir bahkan ada beberapa jenis makanan yang ada di mesir disebutkan dalam al-Qur’an, seperti : ‘adas, buah tin, buah zaitun dll,  Mesir juga terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah. Ketiga : Mesir merupakan salah satu Negara yang mempunyai toleransi yang tinggi dalam beragama, Hampir 90% dari populasinya adalah pemeluk Islam dan sisanya Kristen (terutama denominasi Coptic). Diantara mereka jarang sekali terjadi kontroversi masyarakat dalam menjalankan ibadah baik sesama muslim ataupun non muslim, satu sama lain saling menghargai bahkan  kabarnya pendeta gerejapun memuji  Ummat muslim mesir yang kaya akan toleransi dalam beragama.  
       
            Mungkin cuplikan diatas menjadi salah satu alasan mengapa kebanyakan mahasiswa al-azhar lebih memilih mesir daripada yang lain, padahal kalau kita telusuri perjalanan  menuju mesir cukup beresiko, baik itu birokrasi dalam negeri ataupun dimesir itu sendiri cukup rumit. Kendati demikian, Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang, dan di dalamnya terdapat banyak penduduk asing, dari tahun ke tahun mesir selalu dibanjiri pendatang asing dari berbagai manca negara. Disamping itu banyak sekali keni"matan yang bisa didapat dimesir bukan hanya karena tempatnya yang memukau  akan tetapi sebagian besar penduduknya ahla An-nas banyak sekali diantara mereka yang menjadi dermawan tanpa pamrih karena kecintaan mereka terhadap thalibul ‘ilmi.  Adapun bentuk kecintaan mereka terhadap pelajar, mereka memberi beasiswa dengan cuma-cuma bahkan merekapun menyediakan beberapa asrama gratis untuk para pelajar.
         

            Menurut cerita kawan-kawan yang sudah kembali ke kampung halamannya mereka ingin sekali kembali lagi ke mesir karena suasan mesir jarang sekali mereka temukan di tanah air, dan ada sebagian dari mereka yang menuturkan mereka menyesal kurang bersungguh-sungguh ketika thalabul ‘ilmi fi al-azhar , karena mereka punya peranan penting dalam da’wah …. Wallahu a’lam bish-sh